0852 488 98504 / 0811 5377 087
callcenter@kariangauterminal.co.id

GETOL WUJUDKAN DIRECT CALL, KKT GAET PALU DAN KALTARA

BALIKPAPAN  –  Tidak berlebihan bila menyebut PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT) paling serius mewujudkan pelayaran internasional (Direct Call) dari Terminal Petikemas Kariangau menuju Hongkong, China, Jepang dan Korea. Teranyar, pihaknya melakukan konsolidasi ke Palu, Sulteng. “Karena potensi ekspor di sana cukup tinggi dan selama ini mengandalkan pengiriman Surabaya juga Jakarta. Kami pun menawarkan alternatif dan efektivitas waktu jika pengiriman melalui Terminal Petikemas Kariangau,” kata Direktur Utama M Basir dijumpai di ruang kerjanya Selasa (12/7).

Ia merinci, tempurung dan sabut kelapa beserta kayu berlapis menjadi komoditas andalannya dengan volume kiriman 200 kontainer per bulan. Jika ekportir Palu mengalihkan pintu pengiriman melalui Balikpapan, keterisian muatan rute internasional kian meningkat. “Kalau hanya mengandalkan komoditas Balikpapan tidak menarik bagi investor sementara operator kapal tak ingin merugi dengan kondisi muatan yang minim karena biaya masuk ke sini cukup besar. Yang penting untuk diketahui, Direct Call bukan untuk Balikpapan saja tapi juga daerah lainnya,” serunya. Itu tercermin dari getolnya KKT menawarkan peluang direct call ke sejumlah daerah. Termasuk beberapa kota di pulau Jawa.

Adapun keuntungan yang dijanjikan bagi para eksportir yakni biaya logistik yang lebih hemat hingga jarak tempuh yang lebih singkat. Dan yang utama, pendapatan bagi daerah berupa pajak ekspor yang dipungut dari kota asal.
Setelah Palu, Basir berencana meningkatkan konsolidasi ke Kaltara menyusul potensi ekspor yang cukup kaya. Masing-masing ikan beku, udang, kepiting karet dan cangkang sawit. Lagi-lagi seluruh komodias andalan tersebut dikirim melalui Surabaya dan Jakarta. Itu artinya, kedua kota tersebut yang paling diuntungkan karena memperoleh pajak ekspor.

Ia pun meyakinkan, seluruh sarana dan fasilitas kepelabuhannya memungkinkan untuk dilintasi kapal internasional. Agar tarif bersaing, pihaknya mendorong keterlibatan operator lain yang juga skala internasional. “Ini untuk menghindari monopoli,” celetuk mantan GM Pelabuhan Petikemas Makassar.

Disunggung dukungan pemerintah daerah, Basir mengaku telah mengantongi dukungan dari eksportir Kaltim. Itu tidak terlepas peran gubernur. Hanya saja, tak sekadar dukungan tapi keseriusan yang paling utama. Termasuk kesiapan mengubah pola pengiriman.

Jika mimpi membuka trayek internasional terwujud, produksi handling petikemas (troughput) dipastikan melesat. Apalagi di tengah perekonomian yang sedang seret, memberi pengaruh besar terhadap pertumbuhan dunia usaha. Saat ini, arus petikemas periode Januari-Juli mencapai 83.738 Twenty foot equivalent units (TEUs). Tertinggi terjadi Mei lalu mencapai 14.473 TEUs sedangkan periode 1-12 Juli baru mencapai 1.479 TEUs. Adapun target tahun ini dipatok 186 ribu TEUs. Sepanjang 2015, produksinya mencapai 171.275 TEUs dengan rata-rata per bulan 15 ribu TEUs.

Cara lain untuk meningkatkan trafik dengan melakukan kontainerisasi. Salah satu potensinya yakni barang konsumsi asal Banjarmasin yang dikirim melalui jalur darat. Tawaran menggunakan kontainer tidak sekadar menjamin barang dalam kondisi tetap baik sampai tujuan tapi juga biaya yang lebih hemat. Itu karena pengiriman jalur laut memiliki volume angkut yang lebih lebar dibanding menggunakan kendaraan dengan daya angkut terbatas.

Sumber : http://balikpapan.prokal.co (13/07/2016)


Post terkait