0852 488 98504 / 0811 5377 087
callcenter@kariangauterminal.co.id

REALISASI DIRECT CALL TETAP DIUPAYAKAN

realisasi-direct-call-tetap-diupayakan

BALIKPAPAN – Walaupun tertunda, rute pelayaran langsung atau direct call tetap akan diupayakan. Untuk sementara, PT Pelindo (Persero) selaku operator akan menjembatani proses transaksi antara eksportir dan buyer dari luar negeri, guna menjamin keamanan transaksi.

Tak hanya itu, struktur organisasi dalam kebijakan direct call juga akan ditangani perusahaan pelabuhan pelat merah tersebut. “Ini saya harapkan mampu meyakinkan eksportir untuk terlibat dalam pembukaan direct call dari Kaltim. Realisasinya tertunda karena pembukaan pelayaran internasional langsung belum ada,” ucap Direktur Utama PT Pelindo IV Doso Agung.

Diwartakan sebelumnya, beberapa pengusaha lokal yang belum terbiasa mengekspor, masih belum paham dengan mekanisme direct call. Karenanya, Pelindo IV akan memfasilitasi beberapa keperluan pengapalan, seperti pembayaran yang bisa dilakukan secara tunai.

Kemudian, untuk memuluskan rencana pembukaan direct call di Kaltim, PT Pelindo IV membuat satu struktur divisi khusus. Salah satu fungsinya adalah untuk menangani koneksi antarpelabuhan di wilayah kerja PT Pelindo IV.
Project Management Officer Connectivity Pelindo IV M Subiyan mengatakan, divisi khusus ini juga akan menangani pembukaan konektivitas daerah-daerah baru, memelihara pelabuhan yang sudah ada, dan membantu pemerintah merealisasikan proyek tol laut. “Sesuai anjuran pemerintah pusat, semaksimal mungkin biaya logistik dapat dipangkas. Dan inilah bukti nyata kami untuk membantu perekonomian daerah,” ungkap dia.

Adapun, lanjut Subiyan, pemberlakuan direct call ini diprediksi mampu memangkas biaya logistik hingga 40 persen dan waktu tempuh pengiriman bisa diperpendek, dari semula 40 hari menjadi 14 hari. Beberapa negara tujuan menjadi proyeksi utama dari kemudahan ini, sepertiHong Kong, Tiongkok, Korea, dan Jepang.

Terpisah, Direktur Utama PT Kaltim Kariangau Terminal M Basir menyebut, dalam waktu dekat pihak SITC Container Lines Co Ltd akan menjajaki pilihan komoditas ekspor potensial di Nunukan, Kalimantan Utara. Penjajakan ini diharapkan dapat memenuhi kuota komoditas ekspor.

Basir mengatakan, KKT selaku pengelola pelabuhan peti kemas di Kariangau memiliki fasilitas yang sangat memadai untuk mengakomodasi direct call. Kapasitas tampung terminal saat ini dianggapnya masih bisa memfasilitasi arus bongkar muat yang padat. Sebab dari total kapasitas 300 ribu teus per tahun, baru terpakai sekitar separuhnya. “Dermaga kami memiliki panjang 270 meter dengan kedalaman hingga 14 meter. Bisa dilintasi kapal dengan satuan berat hingga 35 ribu DWT (deadweight tonnage), setara dengan kapal sepanjang 200 meter. Pelayanan juga kami cepat dan tidak akan mengantre,” pungkas dia.

Sumber : http://kaltim.prokal.co (27/06/2016)


Post terkait