0852 488 98504 / 0811 5377 087
callcenter@kariangauterminal.co.id

SEGERA KEBUT INFRASTRUKTUR KIK

segera-kebut-infrastruktur-kik

BALIKPAPAN ­- Ketidakjelasan pengembangan di Kawasan Industri Kariangau (KIK) membuat komisi VI DPR RI angkat suara. Wakil rakyat di Senayan ini, berharap pemerintah daerah dapat segera merealisasikan kebutuhan dasar industri di Balikpapan Utara tersebut.

Anggota DPR Komisi VI Bambang Haryo Soekartono saat kunjungannya ke PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT) baru-baru ini menyayangkan kurang maksimalnya infrastruktur pendukung seperti listrik, jalan, dan jaringan telekomunikasi di kawasan tersebut. “Padahal kalau dilihat dari pemetaannya, kawasan ini sangat berpotensi sekali menjadi kawasan yang berkembang pesat,” ucapnya.

Menurutnya, adanya pelabuhan peti kemas yang dikelola oleh PT Kaltim Kariangau Terminal di kawasan itu memberikan nilai lebih pada kelayakan KIK. Sehingga, sangat disayangkan apabila infrastruktur pendukung KIK tak juga dikebut penyediaannya.

Apalagi, letak Balikpapan yang strategis, mampu menjadi penghubung antarwilayah baik bagi daerah-daerah di kawasan Indonesia Timur atau pun di kawasan Indonesia Barat.

“KIK adalah kawasan industri yang sudah terintegrasi dengan sistem kepelabuhanan, kalau kawasan ini dikelola dengan baik pasti akan laku keras di kalangan investor. Infrastruktur harus dibangun dulu,” jelasnya.

Menurutnya, agar investor tertarik untuk melakukan kegiatan industri di Kariangau, infrastruktur harus terlebih dahulu disediakan secara memadai. “Saya rasa investor asing khususnya pasti tertarik untuk berinvestasi di kawasan ini,” tambahnya.

Ia juga mengkritisi peran pemerintah yang kurang begitu maksimal. Dari yang dia dengar di kawasan ini beberapa investor yang ingin berinvestasi terkendala dengan persoalan lahan timpang tidih dan harga tanah yang tinggi.

“Industri pasti memerlukan pasokan energi. Kelistrikan juga penting. Jadi KIK ini sebenarnya sudah sangat bagus, hanya saja harus direalisasikan pengembangannya dengan infrastruktur yang mendukung” tutupnya.

Sumber : www.kaltimpost.co.id (26/des/2015)


Post terkait